Jakarta, ID - Meta Platforms Inc mengungkap bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin berperan dalam pertumbuhan ekosistem platformnya, khususnya dalam mendukung kreator, pelaku usaha, dan pengiklan di kawasan Asia-Pasifik.
Vice President Asia-Pacific Meta Platforms Inc Benjamin Joe mengatakan, perkembangan teknologi AI telah mendorong berbagai perubahan dalam cara konsumen menemukan produk, berinteraksi dengan kreator, hingga melakukan pembelian.
Meta mengintegrasikan teknologi AI ke sejumlah platform populernya, termasuk Instagram, Facebook, Threads, dan WhatsApp.
Pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem yang menghubungkan pengguna dengan produk maupun layanan yang mereka butuhkan.
“Kami tidak sekadar membangun koleksi produk. Namun, kami membangun ekosistem yang bisa membantu pengguna menemukan produk dan layanan dalam keseharian mereka,” ujar Joe, dikutip InfoDigital, Selasa (18/8/2026).
BACA JUGA:Meta Resmi Umumkan Fitur Peringatan Remaja Bunuh Diri
Media Sosial Makin Berperan dalam Penemuan Produk
Menurut Joe, pola konsumen di Asia-Pasifik menunjukkan bahwa media sosial tidak lagi hanya digunakan untuk berinteraksi. Platform digital kini turut menjadi tempat bagi masyarakat menemukan dan mempertimbangkan produk maupun layanan.
Salah satu contohnya melalui siaran langsung atau livestream. Konsumen dapat menemukan produk ketika mengikuti livestream, kemudian memperoleh rekomendasi dari kreator yang mereka ikuti.
Setelah itu, pengguna dapat mengajukan pertanyaan melalui fitur percakapan atau chat sebelum akhirnya mengambil keputusan.
“Setiap tahapan saling terhubung dan memperkuat tahapan berikutnya,” jelas Joe.
Meta sendiri memiliki misi untuk menjadi salah satu platform utama bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis.
Menurut Joe, Kawasan Asia-Pasifik menjadi kawasan strategis karena pola perilaku konsumen yang mendukung pengembangan berbagai fitur Meta sudah terbentuk dengan kuat.
Meta mencatat, sekitar separuh konsumen di Asia-Pasifik menemukan sekaligus membeli produk melalui media sosial. Sementara itu, sekitar 80% konsumen di kawasan tersebut menonton livestream setiap pekan.
Tingkat kepercayaan konsumen Asia-Pasifik terhadap rekomendasi kreator juga disebut lebih tinggi dibandingkan kawasan lain di dunia.