Selain itu, model layanan sewa kendaraan itu akan membantu untuk mengurangi jumlah kendaraan dengan satu pengemudi di jalan raya.
"Kami sangat antusias meluncurkan BlaBlaCar di Indonesia dan menghadirkan model carpooling kami ke pasar di mana masyarakat Indonesia melakukan lebih dari 1,2 miliar perjalanan domestik pada tahun 2025, mencerminkan tingginya kebutuhan akan solusi mobilitas antarkota yang terjangkau dan fleksibel," kata Nicolas Brusson.
Di berbagai negara, lanjut dia, seiring makin banyaknya pengguna yang terhubung melalui BlaBlaCar, platform menawarkan alternatif terhadap penggunaan kendaraan pribadi sekaligus menjadi pelengkap bagi sistem transportasi konvensional yang sudah ada.
Daya Angkut BlaBlaCar
Sementara itu, carpooling BlaBlaCar menawarkan solusi langsung terhadap tantangan tersebut.
Apalagi, rata-rata perjalanan BlaBlaCar membawa 2,1 penumpang, yang berarti pengemudi dapat menutupi lebih dari setengah biaya bahan bakar dan tol melalui sistem berbagi biaya.
Di sisi lain, fitur penetapan harga di platform menghitung kontribusi yang adil per penumpang berdasarkan tarif bahan bakar lokal dan jarak rute dengan batas maksimal biaya pemulihan biaya, bukan keuntungan.
Hanya dalam periode Maret hingga Mei 2026, BlaBlaCar pun mencatat lebih dari 600.000 pengemudi baru secara global, menunjukkan meningkatnya minat terhadap solusi mobilitas berbagi biaya (cost-sharing mobility) di berbagai negara. (abm)